Santap Kata di Pagi Hari - Bagian II

Sarapan Pagi - Santap kata di pagi hari.

Kapan pun kita meminta, di sana akan kita temukan ketidakpuasan. Namun kapan pun kita memberi, di sana pasti ada kepuasan.


Kehidupan itu tak pasti, kematian itu pasti. Satu kata untuk gagal adalah kematian. Satu kata untuk kehidupan adalah MAJU.


Harta dunia dapat dikumpulkan dan dapat dicuri, harta batin juga dapat dikumpulkan namun tidak dapat dicuri.


Kelengahan dapat mendatangkan maut. Waspadalah, hidupkan kembali nurani dalam bertindak.


Tepuk tangan terjadi karena ada dua telapak tangan yang bertemu. Tiada masalah yang hadir tanpa sebab.


Tiada api yang sedahsyat api kebencian, tiada maut yang sedahsyat kesombongan, dan tiada bencana yang sedahsyat keegoan.


Tiada kekuatan yang sedahsyat semangat membara, tiada kekayaan sehebat kesehatan, dan tiada kebahagiaan selain rasa puas diri.


Perubahan itu pasti terjadi, apapun di dunia ini pasti akan berubah. Terima itu sebagai kewajaran.


Dimana pun rasa syukur dikembangkan, disanalah kebahagiaan hidup bersemi. Serta dimanapun keserakahan dimunculkan, disanalah api neraka dibangkitkan.


Raihlah    kemerdekaanmu,     tentukanlah arah hidupmu. Jauhilah pendapat yang merendahkanmu, terimalah segala penguat yang diberikan. Sesungguhnya kaulah yang hidup untuk hidupmu.


Segala akan menjadi indah pada waktunya. Tak perlu menunggu lakukan sesuatu, tak ada buah tanpa menanam sebelumnya.


Arahan hidup kita ada pada cara kita memilih dalam berpikir.


Mereka yang mudah membenci, mudah serakah adalah mereka yang sedang sakit. Karena itu mereka layak dikasihi agar segera waras.


Kalahkan kemarahan dengan cinta kasih. Jika belum mampu, kalahkan kemarahan dengan merenungkan sebab kemarahan. Jika belum mampu, kalahkan kemarahan dengan berdiam diri. Jika masih sulit, jangan berani untuk marah-marah.


Kapan manusia itu menjadi dewasa? Sejak mereka mau bercermin melihat kenyataan dirinya yang positif dan negatif. Kemudian bertahap meningkatkan yang positif dan menghilangkan yang negatif.


Apapun tindakan kita yang pernah kita lakukan kemarin atau masa lampau, semua sudah sirna dan hanya meninggalkan kenangan manis atau pahit. Untuk itu usah kita merasa menderita atau bahagia karena semua telah sirna. Mari kita fokuskan hidup kita di hari ini, saat ini, dan sekarang!


Mata kita ada dua agar kita lebih banyak mengamati, telinga kita ada dua agar kita lebih banyak mendengar dan mulut kita hanya satu agar kita bicara seperlunya. Mulut terletak paling bawah dari mata dan telinga itu artinya amatilah, dengarkanlah baru berbicara.

Kita boleh puas dengan kekayaan materi, namun kita harus terus menabung kekayaan mental. Kekayaan materi mudah dicuri tetapi kekayaan mental selalu di hati.


Every moment is the precious moment so be aware and keep living in the present.


Keep going, keep trying and keep smilling.
Hanya satu alasan bagi mereka ingin maju, do it well!


Hati-hati dengan kebiasaan kita. Kebiasaan kita sangat menentukan kemana kita melangkah di masa depan.


Jika pikiran tak terkendalikan, ia dengan mudah bergerak ke arah ketamakan atau kebencian. Latihlah pikiran agar mudah untuk lepas dari 2 kondisi tersebut.


Mari galang kekuatan, menangkan diri dari kebodohan spiritual.


Seorang tokoh besar hadir di dunia bukan karena kekayaan materi yang ia punya, tetapi kekayaan budi yang tak terkatakan.


Seorang manusia berharga dinilai dari kemampuannya mengelola mental untuk bangkit, bukan hanya mengelola fisik jadi rupawan.


Sesuatu yang sulit dapat dilalui dengan terus mencoba, bersabar, dan evaluasi.


Setiap momen adalah kembalinya pribadi yang utuh. Tiada yang pasti di masa depan. Namun kehidupan saat inilah yang memastikan kehidupan kita ke depan. Selamat kembali mengulang tahun baru, merdekalah dan raihlah hidupmu!


Pertajam visimu dengan kesadaran diri, perkuat dirimu dengan bersyukur, dan perbesar hatimu dengan terus berbuat baik.

Para guru yang meninggal pasti meninggalkan jasa kebajikan berupa ajaran yang luar biasa. Mereka tidak pernah mewariskan tubuhnya atau kekayaannya.


Terkadang kita mengabaikan yang ada di tangan kita dan beralih mengambil yang lain. Sungguh pikiran perlu dilatih agar menjadi sederhana dan berkembang.


Jadilah pribadi yang utuh 100%, pribadi yang tahu kemana arah yang dipilih, pribadi yang terus mengembangkan diri, pribadi yang tak terikat oleh materi dan keluarga.

                                                                   Bersambung........


0 Komentar untuk "Santap Kata di Pagi Hari - Bagian II"

Back To Top