Setelah Jogja Somad Juga Ditolak di Kudus


Setelah Jogja Somad Juga Ditolak di Kudus


Puji Tuhan mayoritas umat Islam kini sudah menyadari bahaya laten mulutnya Somad, sehingga dia pun ditolak dimana-mana karena ujaran kebencian dan penistaannya terhadap Salib yang menyakiti hati umat Kristen menjadi viral kemana-mana.
Sebelumnya di Jogja, Somad tidak diberi ijin oleh Kagungan Ndalem Masjid Gede Kauman untuk digunakan Somad berdakwah. Acara tersebut rencananya digelar pada hari Jumat sampai hari Minggu, tanggal 11-13 Oktober 2019.

Sikap keberatan dari Keraton Yogyakarta itu tertulis dalam surat untuk panitia kegiatan acara yang bertajuk "Muslim United: Sedulur Saklawase".

Surat resmi penolakan dari Keraton Yogyakarta tersebut ditandatangani langsung oleh Pengageng Kawedanan Hageng Panitrapura Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat, Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Condrokirono.

Somad ditolak agar kondusivitas di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dapat terjaga karena eksistensi dan kredibilitas Somad yang sering menyakiti umat agama lain. Sehingga dia pun ditolak menginjakkan kakinya di Daerah Istimewa Yogyakarta.
Bisa dipahami penolakan Keraton Yogyakarta terhadap Somad yaitu untuk menjaga situasi dan kondusivitas di Yogyakarta sehingga gerakan radikal terselubung tidak menyebar dan beranak pinak di Jogja.

Setelah Jogja, kini Kudus pun menolak Somad yang rencananya akan mengisi tablig akbar di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, pada hari Selasa malam tanggal 8 Oktober 2019.

Somad dijadwalkan oleh panitia acara untuk mengisi tablig akbar dengan tema Urip Iku Urup.

Temanya pakai bahasa Jawa, memangnya Somad mengerti dan paham dengan temanya, lha wong selama ini isi ceramahnya berseberangan dengan tema tersebut.

Acara tersebut rencananya digelar di Pondok Pesantren Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) Al Achsaniyyah, Kudus.

Penolakan terhadap Somad ditempuh demi kepentingan dan kemaslahatan bersama agar ajaran radikalnya Somad tidak meracuni alam bawah sadar masyarakat kota Kudus.
Batalnya tablig akbar di Kudus kali ini adalah yang kedua kalinya bagi si oenista Salib itu. Sebelumnya Somad juga batal menggelar ceramah di Kudus pada tahun 2018 yang lalu.

Selain Jogja dan Kudus, Somad juga pernah ditolak du Bali, Semarang, dan Jepara. Mereka menolak kehadiran Somad karena setiap kehadirannya selalu timbul masalah.
Somad adalah biang kegaduhan selama ini melalui ceramah-ceramahnya yang membangun narasi gesekan agama, sLh satunya dengan menghina Salib Kristus.

Semoga masyarakat jawa tengah selalu dalam keadaan hidup rukun. Karena kalau tidak diantisipasi sejak dini, maka akan berpotensi rusaknya negara akibat gerakan khilafah.

Contoh nyata yang sudah terjadi yaitu Suriah. Negara di Timur Tengah itu adalah salah satu negara modern yang hancur luluh lantak tinggal puing yang berserakan akibat nafsunya kelompok khilafah yang ingin menguasai Suriah.

Rakyat Suriah akhirnya merasakan akar kepahitan dan penderitaan lahir bathin akibat nafsu kelompok khilafah. Sehingga butuh waktu puluhan tahun bagi mereka untuk rekonsiliasi dan bangkit kembali.
Kini mereka sangat menyesal dan ingin membangun kembali negara mereka yang sudah tinggal puing, debu, dan mayat-mayat korban perang yang berserakan diantara reruntuhan bangunan yang porak poranda.

Jangan sampai NKRI bernasib sial seperti yang dialami Suriah.

Dalam etika umat beragama, toleransi antar umat beragama wajib dikedepankan. Semua agama mengajarkan ini. Dalam ajaran Kristen disebutkan, "Segala sesuatu yang kamu kehendaki agar orang perbuat kepadamu, perbuatlah demikian juga kepada mereka".

Dalam ajaran Islam disebutkan, "Tiada seorangpun diantara kalian disebut orang beriman kecuali kalian mencintai sesama seperti dirimu sendiri". Ajaran Yahudi, "Apa yang kamu benci, janganlah kamu lakukan terhadap sesamamu".

Dalam ajaran Budha disebutkan, "Jangan melukai orang lain dengan hal-hal yang menyakiti dirimu sendiri". Dalam ajaran Hindu disebutkan, "Jangan perbuat kepada orang lain apa yang kamu tidak ingin lakukan kepadamu".
Dalam ajaran Konghucu disebutkan, "Apa yang tidak kamu sukai diperbuat terhadapmu, janganlah perbuat terhadap orang lain".

Jadi saudaraku, hanya ada dua aspek etika kemanusiaan, yang pertama, kemampuan membedakan yang baik dan yang jahat, yang benar dan yang salah, yang pantas dan yang tidak pantas.

Yang kedua, Komitmen untuk bertindak yang benar, baik dan pantas. Yang benar pasti baik, yang benar bagi Somad belum tentu baik.


Sumber : http://seword.com
0 Komentar untuk "Setelah Jogja Somad Juga Ditolak di Kudus"

Back To Top