Jokowi Membuat Jebakan Terhadap FPI dan Kita Yang O'on Terkecoh Oleh Langkahnya.


Jokowi Membuat Jebakan Terhadap FPI dan Kita Yang O'on Terkecoh Oleh Langkahnya.


Siapa yang tidak kaget dan heran dengan pernyataan Menteri Agama Fachrul Rozi tentang perpanjangan ijin FPI? Semua juga kaget dan heran. Bahkan tak sedikit yang menuduh dan menyudutkan sang Jendral dengan menarik cerita tentang pembentukan Pam Swakarsa atau Pasukan Pengamanan Masyarakat Swakarsa di tahun 1998 oleh TNI.

Sepak terjang FPI yang identik dengan cara-cara preman, sudah cukup membuat Indonesia ini mencekam. Segudang pelanggaran yang dilakukan oleh FPI dari sejak berdiri hingga hari ini, tak bisa dihitung dengan jumlah jari tangan satu orang. Bahkan tak sedikit yang memandang bahwa FPI sebagai sebuah ormas yang membawa-bawa agama Islam, mengaku sebagai pasukan pembela agama Islam, sepak terjangnya justru malah sebaliknya. FPI dianggap telah melemahkan makna kebesaran Islam. FPI dianggap telah melahirkan kesan Islam yang menakutkan dan bukan Islam yang penuh kedamaian. FPI telah membuat rakyat Indonesia geram dan FPI wajib dibubarkan!

Makanya ketika Menteri Agama tiba-tiba menjadi pihak yang pertama yang mendukung perijinan FPI yang mati bulan Juni 2019 lalu untuk dihidupkan kembali, serentak netizen +62 menggaungkan tagar #JokowiTakutFPI. Tak hanya sebuah tagar yang kemudian menjadi trending, hampir semua tokoh media sosial pun menggaungkan hal yang hampir sama, yaitu memohon kepada Presiden Jokowi untuk tidak memperpanjang ijin FPI.
Entah yah… dari awal saya melihat bahwa pernyataan Menteri Agama tentang dukungannya kepada FPI hanya sebuah “gesture” dari orang yang memimpin kementerian di bidang keagamaan. Buat saya, sebuah dukungan murni itu memiliki dua ciri, pertama tak ada kata “tapi” setelah kalimat pertama, kedua percaya sepenuhnya pada apapun yang dilakukan oleh orang yang didukungnya. Kalau saya merujuk pada dua ciri ini, saya tidak melihat Menteri Agama kita mendukung FPI. Buat saya, sikap Menteri Agama yang mendukung FPI justru tampak seperti sebuah rencana untuk menjebak FPI. Pertama dia menarohkan kata “TAPI” yang kemudian berubah menjadi “Karena”. Kedua, tak ada sejarah yang mencatatkan seorang Fachrul Rozi percaya penuh kepada Rizieq Shihab. Dan orang yang tak mampu memahami sikap Menteri Agama ini, terkecoh dengan mudahnya.

Saya bisa mengatakan bahwa Jokowi melalui Menteri Agamanya sedang membuat jebakan terhadap FPI dan kita yang oon ini terkecoh oleh langkahnya.

Kok bisa?????
Begini… Menteri Agama mengatakan bahwa dukungan dia itu KARENA dia bilang ada SURAT PERNYATAAN dari FPI akan setia pada Pancasila dan FPI berjanji tidak akan berbuat melanggar hukum LAGI. Ini ciri pertama. Kemudian, Menteri Agama juga mengatakan bahwa dirinya HANYA BISA memberikan rekomendasi saja, tetapi TIDAK PUNYA kewenangan untuk mengeluarkan perijinan. Dan ini ciri kedua.

Dari kedua hal tersebut di atas, pihak FPI langsung menyambar dan membantah pernyataan Menteri Agama tersebut bahwa mereka tidak pernah meneken atau menandatangi surat kesetiaan pada Pancasila dan UUD 1945 serta tak pernah berbuat melanggar hukum. Pengacara FPI, Sugito Atmo Prawiro, mengatakan, “Saya ngga tahu persis ya. Kesetiaan FPI pada Pancasila dan UUD 1945 itu tidak perlu diperdebatkan. Itu kan sudah menjadi ketentuan UU.”Si Pengacara FPI ini juga terusik dengan ucapan Menteri Agama yang meyatakan FPI berjanji tidak akan berbuat melanggar hukum LAGI. Karena bagi Sugito, FPI dan Anggota FPI adalah dua pihak yang berbeda. “Kalau misalnya terkait dengan kegiatan secara personal dia melanggar hukum, orang FPI secara personal dia melanggar hukum, itu resiko sendiri”. Masih menurut si Pengacara, secara keorganisasian, hingga saat ini FPI tak pernah melanggar hukum.
Saya kasih tahu ya… Pengacara FPI ini, si Sugito Atmo Prawiro ini, sudah masuk ke dalam jebakan yang ditebar oleh Menteri Agama Fachrul Rozi. Sebagai seorang Pengacara, Advokat dan Penasehat Hukum, dia tidak memahami apa yang disebut Perbuatan Personal dan apa yang disebut Perbuatan Organisasi. Orang-orang yang membuat keonaran itu, pertama mereka melakukan perbuatan yang ‘meresahkan’, seperti mensweeping dan lain-lain, karena adanya ‘perintah’ dari pimpinan organisasi. Dan saat melakukan sweeping mereka mengenakan seragam laskar FPI dan atribut FPI lainnya, yang dengan sangat mudah dikenali warga bahwa “FPI sedang melakukan sweepingan”. Jika sweeping ini adalah tindakan personal, saya yakin, masyarakat akan melawan dan kemudian terjadi tawuran atau baku hantam TANPA mencuatkan nama FPI di tengah-tengah kericuhan.

Jika masyarakat menggugat PMH atas perbuatan orang-orang yang mengenakan atribut FPI saat melakukan keonaran, FPI sebagai organisasipun akan turun menjadi Tergugat. Baru di persidangan nanti, baik pihak FPI maupun orang-orang personal itu yang harus membuktikan apakah perbuatan melanggar hukum itu dilakukan secara personal atau atas nama organisasi. Yang pasti, masyarakat hanya memiliki dua nama bagi si pelaku, yaitu Anggota FPI atau preman liar.
Penyataan Menteri Agama tentang adanya surat pernyataan FPI akan setia pada Pancasila, juga menjadi sebuah jebakan. Penolakan Pengacara FPI dengan mendalihkan bahwa setia pada Pancasila dan UUD 1945 adalah ketentuan UU, ini adalah dalih agar Pasal 6 dari AD/ART FPI tidak harus dirubah. Sementara isi dari Pasal 6 ini sangat bertentangan dengan Pancasila dan UUD 1945.

Pernyataan atau penjelasan atau dalih yang diungkapkan si Pengacara FPI ini, jelas akan mempermudah pihak yang berwenang, yaitu Menkopolhukam dan Menteri Dalam Negeri untuk “menunda” proses perpanjangan ijin FPI. Karena pihak yang berwenang ini harus memastikan bahwa FPI PAHAM apa itu arti PATUH KEPADA PANCASILA DAN UUD 1945 adalah ketentuan Undang-Undang. Terlebih harus memahapi apa itu arti dari kata “Ketentuan”.

Sejauh yang saya ingat, semua organisasi kemasyarakatan bahkan partai politik sekalipun, dengan sangat mudah tanpa beban mencantumkan satu pasal khusus yang menyatakan “Patuh pada Pancasila dan UUD 1945”, lalu kenapa FPI harus keberatan melakukan hal yang sama, kalau ini adalah sebuah ketentuan UU???
Saya sangat meyakini bahwa Pemerintahan Jokowi memahami strategi yang dilakukan FPI untuk memperpanjang ijin organisasi mereka. Jokowi tidak pernah mengecilkan siapapun yang menjadi lawannya. Apalagi FPI… siapa bilang FPI HANYA sebuah ormas kecil??? Di Indonesia hanya FPI yang mampu mengumpulkan 7 juta massa dari seluruh Indonesia untuk berkumpul di Monas. Dan ke-7 juta massa itu semua adalah rakyatnya Jokowi juga.

Sumber: seword.com
0 Komentar untuk "Jokowi Membuat Jebakan Terhadap FPI dan Kita Yang O'on Terkecoh Oleh Langkahnya."

Back To Top