Pecat Menteri Pro ISIS dan Kirim ke Suriah.



Rencana pemulangan teroris ISIS ke Indonesia mulai menemukan titik terang. Presiden Jokowi secara jelas mengatakan “kalau ditanya ke saya, jawabannya tidak.” Tapi Presiden tetap ingin mendengar pendapat dari para menteri, terkait hitung-hitungannya. Sehingga kesimpulan akhir nanti akan diputuskan dalam rapat terbatas.

Pernyataan Presiden ini cukup memberi harapan dan angin segar kepada kita. Meskipun menteri-menterinya sudah kegatelan mau memulangkan teroris ISIS, alhamdulillah Presiden kita konsisten untuk menolak.

Sebenarnya, rencana pemulangan teroris ISIS ini sudah sejak lama. Sejak periode pertama. Tapi waktu itu menteri-menteri kita solid. Menhan Rymizard juga secara keras mengatakan, para teroris tak perlu pulang ke Indonesia. Menteri Agama kita saat itu juga fokus pada penanganan jemaah haji agar efisien. Fokus pada penanaman nilai-nilai damai antar agama. Menjaga keberagaman.
Lalu sekarang dibangkitkan lagi. Tentu saja yang memulai pembicaraan adalah menteri agama sang jenderal itu. Yang awalnya banyak dianggap akan tegas untuk memberantas radikalisme, nyantaya malah menyebut FPI bermanfaat bagi bangsa, dan sekarang ingin memulangkan anggota ISIS.

Dilanjutkan oleh menteri-menteri yang lain, anggota DPR sampai kepala daerah juga ikut berkomentar. Sebenarnya sederhana saja, ini soal 2024. Kepulangan anggota ISIS itu dianggap dapat menakut-nakuti masyarakat. Sehingga di 2024 nanti masyarakat akan disibukkan dengan jualan keamanan. Kalau pilih Presiden A, maka aman. Maka semua yang pro pada pemulangan teroris ISIS itu sejatinya satu kubu, satu kepentingan.

Indonesia akan fokus pada keamanan. Soal infrastruktur, inovasi, ekonomi dan seterusnya ya biar berjalan secara auto pilot. Tak masalah negeri ini tak maju dalam banyak sektor, yang penting aman. Kira-kira ini narasi yang akan dibangun di 2024 nanti. Ini soal strategi meraih kekuasaan. Peduli apa mereka sama nasib kita? Bukankah kalau negeri ini krisis, mereka para elite itu bisa dengan mudahnya ngungsi ke luar negeri.
Presiden Jokowi tentu sudah paham hal ini. Terlalu jelas perbedaan semangat kabinet satu dan kabinet dua. Maka sebelum situasi memburuk, sebaiknya segera lakukan pemecatan terhadap menteri-menteri yang selama ini pro terhadap FPI dan ISIS.

Dan kepada menteri-menteri, anggota DPR dan kepala daerah yang sudah terang-terangan mendukung teroris ISIS, sebaiknya mulai sekarang kalian pergi saja ke Suriah untuk bergabung dengan mereka. Terserah apakah kalian mau melakukan program deradikalisasi dari sana, atau sekalian membangun kekuatan untuk berhadap-hadapan dengan TNI, Polri dan seluruh masyarakat Indonesia. Biar jelas posisinya, mana tau kalian ingin perang melawan negara.

Jangan bicara kemanusiaan dan tangisan, karena para teroris itu tak paham soal kemanusiaan. Mereka hanya tahu pembunuhan dan pengeboman. Kalaupun sekarang mereka menangis dan mengemis minta pulang, jangan langsung percaya. Bisa jadi itu hanya akting atau cara busuk untuk mengelabuhi. Dan nanti setelah berhasil masuk ke Indonesia, bisa-bisa bom beruntun terjadi di banyak lokasi.
Selain itu, saya pikir tak perlulah kita menghalang-halangi niat jihad mereka. Para teroris itu pergi ke Suriah untuk berjihad. Biarlah mereka mati dan luluh lantak di sana. Untuk apa dipulangkan ke Indonesia.

Indonesia adalah negara yang aman dan damai. Kalaupun ada pengeboman, ya itu karena masih ada beberapa teroris ISIS yang lolos. Maka aneh kalau elite kita malah mau memulangkan 600 orang teroris ISIS.

Lagian ini para menteri kayak kurang kerjaan. Sampe mikirin 600 orang teroris. Masih banyak pekerjaan dan PR bangsa ini.

Kalau kalian berpikir mereka para teroris itu punya hak untuk hidup, maka kami 250 juta masyarakat Indonesia juga ingin hidup damai.

Katakanlah 600 orang teroris itu sudah bertaubat, dan malaikat sudah bersaksi atas kesucian mereka, tapi apakah layak mereka kita jemput pulang ke Indonesia? lalu bagaimana dengan penghianatan terhadap bangsa? Pembunuhan dan pengeboman? Seks bebas yang mereka anut selama bertahun-tahun apakah aman dari HIV AIDS?
Kalau para teroris ini bisa pulang ke Indonesia dengan karpet merah. Gratis dan tanpa hukuman, lalu untuk apa kita punya aturan dan undang-undang? Dan kalaupun mereka mau menjalani hukuman, maka hukuman mati adalah hukuman yang paling masuk akal. Begitulah kura-kura.


Sumber : seword.com
0 Komentar untuk "Pecat Menteri Pro ISIS dan Kirim ke Suriah."

Konten

Back To Top